Bergunjing itu apa?

Sabtu, 29 Januari 2011 2 komentar

Dimulai dari sebuah pertanyaan polos seorang anak SD ketika gurunya sedang mengajar,
“Bu, bergunjing itu apa?”
“Bergunjing itu perbuatan yang JELEK sekali dan berdosa, nak. Bergunjing itu artinya membicarakan keburukan orang lain.”
“Kalau yang dibicarakan itu kebaikannya bagaimana, Bu?”
“Walau yang dibicarakan kebaikannya pun, tidak baik membicarakan orang lain, nak…”

Semua anak manusia di dunia ini mungkin sejak kecil dibekali pengetahuan seperti itu. Semua anak pun akan mengiyakan dan mengangguk patuh ketika dikatakan tidak boleh bergunjing.

Termasuk gw.

Oke, waktu berlalu bertahun-tahun. Dan gw tiba-tiba mendapati diri duduk di bangku yang bukan lagi murni dari kayu, dengan rok yang tidak berwarna merah, tetapi biru luntur yang menurut gw aneh dan suram, sebenarnya.

Well, SMA. Umur gw pun udah nggak terdiri dari satu digit lagi. Malaikat Izroil mendekat sejengkal demi sejengkal setiap tahun digit satuan umur gw berubah.

Sampai tahun-tahun dimana urat malu gw akhirnya nyambung ini, pada BAB ‘akhlakul mazmumah’, guru agama masih selalu melarang anak-anak muridnya untuk bergunjing.
Yang menurut agama memang BURUK sekali, perbuatan itu. Dan kalau dilogikakan, mengapa repot-repot mengurusi orang, kalau diri sendiri saja belum benar? Sombong kah, sudah merasa paling baik akhlak dan pribadinya?

Logika tepat, dalil naqli lebih dari sekedar jelas.

Gw setuju sama semua teori itu, amat sangat. Walaupun sambil menikmati dan menyaksikan perubahan-perubahan nyata dalam pertumbuhan dan perkembangan gw, sekali dua kali tiga kali empat kali lima… ah tak terhitung, gw bergunjing.

Sekarang, sambil menghirup aroma hujan yang menyegarkan dan merasakan dinginnya angin yang diberi free pass lewat jendela yang sengaja dibuka itu, gw berpikir.
Sampai saat ini, gw udah sering sakit hati karena digunjing dan menyakiti hati orang lain karena bergunjing.

Lalu muncul pertanyaan yang… adakah orang di luar sana yang bisa menjawabnya, tolong?

Apa ada orang di dunia ini yang normal, yang menjalani hidupnya tanpa membicarakan keburukan orang lain satu kali pun?

Kok gw rasa nggak ada, ya?
Dari tujuan ‘belajar dari pengalaman orang lain’, aja, misalnya. Ada orang yang sombong, menyebalkan, dibenci orang karena satu, dua, tiga, empat alasan.
Orang itu dikenal oleh orang lain, misalnya si A. orang yang punya segudang sifat buruk itu lalu mengalami hal buruk.

Jika si A orang yang baik, ia akan membagi hal yang ia ketahui pada orang-orang terdekatnya, dan menjadikannya sebagai pelajaran. Tapi sebelumnya ia juga harus menceritakan segala keburukan orang tadi, kan?

Bukankah itu juga bergunjing?

Lanjut ke konteks lain, misalnya ada orang yang dijahati dan dinakali. Dia menceritakan pada ibunya segala keburukan orang itu. Itu bukan bergunjing, kah?

Atau segala kebingungan ini karena keterbatasan definisi bergunjing yang hanya berupa : ‘membicarakan keburukan orang lain’ itu?

Oke, misalnya diganti, konteks bergunjing itu :
Bicara yang jelek-jelek soal orang lain karena kebencian dan perasaan pribadi kepada orang lain agar orang lain ikut membencinya.

Yap. Kalau itu, sih, semua pasti setuju kan, nggak benar, baik, apalagi terpuji?

Tapi terus gw mikir lagi.
Misalnya ada seorang teman yang sombong. Diibaratkan A. Lalu ada temannya yang jadi membencinya, misalnya B.

Lalu B mengatakan pada C, bahwa A itu sombong, dan bla bla bla. Seandainya C jadi membenci A juga. Menurut gw, sih, C bakal percaya kalau liat bukti konkretnya. Dan kalau gossip itu menyebar dan tak ada lagi yang mau berteman dengan si A, dan kalau punya otak yang sering dipakai, pasti si A ujung-ujungnya bakal introspeksi diri juga, kan?

Coba pikir kalau si B yang nggak suka sama A ngomong ke A baik-baik.
Ada kemungkinan dia yang sombong itu malah marah dan memusuhi B, kan?
Yang terjadi adalah 2 hal buruk. Si A tetap sombong, dan si B dimusuhi A.

Dan walaupun akhirnya mungkin B akan tetap dimusuhi si A, toh si A setidaknya akan introspeksi juga.

Jadi? Sebenarnya status bergunjing itu apa, sih???

Gw nggak mau dan nggak bisa bilang kalau sebenarnya bergunjing itu bagus juga,
Cuma gara-gara baru-baru ini gw ditemplokin setan, terus bergunjing sana sini sama orang-orang yang kebetulan terganggu akan hal yang sama.

Well, yah. Gw punya alasan lebih pribadi dan lebih dalem kenapa gw bisa nggak suka sama ‘orang itu’ dibanding alasan orang-orang lain, teman bergunjing gw.
Biasanya gw simpen aja dan berusaha nggak terlalu deket.
Tapi gw yang lagi terbakar api BT dan terbujuk syaiton laknat menuliskannya sebagai pelampiasan. Yah, daripada banting barang, gitu?

Gw tau, bergunjing cuma akan berakhir dengan sakit hati dan permusuhan, dan itu memang terjadi.

Gw ngerti gw salah.
Dan gw bukan orang yang se-nggak-tau-diri itu, sampe bisa nyapa orang yang udah gw sakitin dengan muka polos tanpa dosa ketika suasana sudah mereda sekalipun. Yah, gw bakal diem. Kalo sebelum ini gw belum diem, mulai sekarang gw bakal diem.

Tapi sebenernya gw menyayangkan.

Orang yang sadar ia digunjing, sakit hati, lalu marah-marah mengatakan.
“JANGAN NGOMONGIN ORANG DI BELAKANG, DONG! NGOMONG AJA SEKALIAN DI DEPAN!”

Coba pikirkan, seandainya,
Orang itu ngomongin lo di depan lo, apa lo nya nggak tambah marah? Pernah terpikir, nggak, itu cuma salah satu cara untuk ngejaga perasaan lo, dan untuk bertanya pada orang lain dulu, apa benar penilaian buruknya itu objektif terhadap lo?

Orang yang sadar ia digunjing, sakit hati, lalu marah-marah mengatakan.
“BERGUNJING AJA KERJAAN LO! DOSA, WOY! KAYAK LO UDAH BAGUS AJA, SIH!”

Well. Sebenernya nggak ada yang bisa disangkal dari pernyataan ini.
Tapi pernah terpikir, nggak, kalo dia cuma pingin lo menghentikan kebiasaan buruk itu, hingga waktu-waktu berikutnya, nggak ada lagi yang bermasalah sama sikap lo??

Walaupun nggak berpikir gitu, pernah terpikir, nggak, kalo lo yang sakit hati cerita ke orang lain dengan penuh amarah, berarti sama aja lo bergunjing juga??

Yah, nggak semua penggunjing-penggunjing berpikir kayak gitu, sih…
Tapi seenggaknya digunjingkan bisa melatih kesabaran dan kemampuan introspeksi dan lapang dada serta berpikir positif mengenai diri sendiri dan orang lain, kan?
#walaupun gw merasa kurang ajar dan sok tahu, ngomong gini.

Ah, pusing, lah, mikirin orang yang bergunjing sama yang sakit hati karena digunjing. =__=”

Kita sudahi saja.
Mari kita sama-sama introspeksi diri saja. Jika bergunjing itu sulit sekali dihindari, mengapa tak kita saja yang berusaha menjadi pribadi yang sebaik mungkin adar tidak digunjingkan atau bergunjing?

Seperti logika, urusi saja diri sendiri.

Keep moving forward.^^
Toh roda kehidupan tetap akan berputar apapun yang dilalunya.
Kadang kita di atas, kadang di bawah.
Itu sudah merupakan ketetapan yang sudah ditetapkan sejak dulu, bukan??

Yeah, You're Beautiful But...

Rabu, 19 Januari 2011 0 komentar
Sitting there with understanding face,
And you smile smugly,
To the mirror borrowed,
Cause all you realize is just your beauty
Oh your beauty

Yeah, you have your mama’s pale skin,
And that gorgeous look,
Telling us in silence
Why those stupid guys drool over you again and again

Yes, girl, you’re beautiful
But you yell out his name in fake anger
And you think it’s funny,
But it’s not. Yeah, not at all!

And that guy, the guy who comes for hours,
Just to admire your dark brown eyes
And wait for that cherry-like-pair to open,
Mumbling some words, complaining his visit

Yeah, girl, you are irresistible
But your incessant whine filled our head
And your crybaby squeal breaks our concentration
And you’re inconsidered

Yeah, girl, you’re marvelous,
And everybody’ll say so

But that guy, the guy who comes for hours
Just for meaningless conversations
But that guy, the guy who comes for hours
Caress your hair before leaving

Hell-o,
This is not about envy
Or jealous
Or feelings if we want it happens to us
Or whatever

We’re just sick.
We’re sick of your…
Whine, yell, cry, laugh, squeal…
Oh, yeah!
And those guys who fall for you
And that one who’s trapped in this room, hours
We’re just sick of lovebirds around

Whoa, hey listen…
Listen to those whispers,
We’re here bashing you,
We’re irk, we’re annoyed

Cause your child-voice you make,
Is not really pleasant
Yeah, it’s really unpleasant
And do you even care?

Hey, hey, listen…
Yeah just listen!

You’re beautiful, yes you are
You’re marvelous, yes you are
You’re gorgeous, yes you are

But it means nothing
Cause your indignity
Makes it drown
Deep, deep
Drown
Drown, drown, drown
Oh, D-R-O-W-N!

I didn’t mean to say these
But every time I denied,
You, you’re just…
Whinning, and yelling, and laughing out loud, and squealing and… and…

Whoa, I never meant to say these
But you, you’re just…
Whinning, and yelling, and laughing out loud, and squealing…
And squealing
And squealing
For you wanna be conspicuous 

You're beautiful
How many times do you want us to repeat?
You rely on those flatters, oh yeah
You rely on our attention, don't you?

Enough, hey, enough…
Just stop those overact,
You’re such a drama queen

Cara Anak SMP Jaman Sekarang Mengharumkan Nama Sekolahnya

Senin, 17 Januari 2011 0 komentar
Well, berhubung kemaren gua sangat paleng, gua sampe hampir melupakan suatu kejadian yang berkesan dan bikin ilpil menurut gua.
Inget, ga, kemaren gua cerita kesiangan bangun karna kecapekkan yang diakibatkan kelayapan ke sekolah lama gua, buat ngasih oleh-oleh dan bertemu sahabat kesayangan gua yang kedudukannya sejajar sama Sopia, a.k.a Dewi Asiah Shofiana who’s called dedew?
Nah, ceritanya hari Sabtu itu dedew lagi jadi seksi sibuk acara sekolahnya, yaitu semacam LCT buat anak SMP gitu, lahh…
Yang berakibat buruk pada gua yang jadi harus nunggu 2-3 jam-an demi ketemu dedew 5 menit. Namun karena rasa rindu mengharu biru sebiru samudra nan luas dan langit tak berawan nan tiada ujung…. #apabangetsigua
Gua tetep nungguin dengan sabar, dan membiarkan sopia pulang dengan nanar.

Nah, sebenernya di post ini gua bukan mau ngomongin tentang kemirisan gua yang nunggu lama sambil maen basket yang bolanya ga masuk-masuk ke keranjang, terus ngemil di cafĂ© AK, terus nyobain headphone baru temen gua kayak orang dusun, terus…
Kok jadi melenceng gini, seh?

Oke, yang mau gua ceritain adalah, salah satu sekolah pemenang lomba LCT tersebut. Demi nama baik, sebut saja SMP Bunga.

Jadi, partisipan dari SMP Bunga ini adalah yang paling banyak, dan paling banyak juga yang meraih juara. Jadi, aula tempat LCT serasa gempa waktu pengumuman karena mereka melompat-lompat seperti kanguru kepanasan, bersamaan. Gua yang lemes karena ya Allah, pengap sekali ruangan itu, cuma bisa pasrah.

Nah, acara selse, gua ngebantuin dedew ngegotong kipas angin, abis itu, pulanglah gua.
Di jalan menuju tempat motor mio merah gua diparkir, gua berjalan beriringan sama rombongan SMP Bunga yang mau pulang, dan paling depan ada yang berlima menggotong piala raksasa beserta kotak kacanya.

Yang mau gua ceritain, adalah kelakuan sangat norak unik murid SMP Bunga yang ngegotong piala ini.
Pada setiap orang yang lewat, lalu melihat ke arah piala dalam kotak kaca itu, mereka spontan menyahut arogan, “SMP Bunga!” seolah mereka mendengar pertanyaan para pejalan kaki yang berseliweran, “SMP apa itu yang menang?” padahal tidak semua dari segelintir orang yang lalu lalang itu bertanya seperti itu, seperti mereka mengatakan pernyataan yang sombong itu pada SETIAP orang. -___-

Yang paling membuat gua tercengang adalah ketika seorang anak SMP lewat dengan ringan, dan sekilas melihat piala dalam kotak kaca yang tingginya melebihi tinggi bocah-bocah yang menggotongnya bersamaan, yang tentu saja memang menarik perhatian.

Yah, bocah-bocah yang berbangga diri itu ingin lebih berjasa lagi, setelah memeras otak dan kini memeras tenaga untuk menggotong trophy yang mereka anggap berharga itu, dengan cara menambahkan sebuah kalimat apik nan menarik setelah kalimat pamungkas mereka,

“SMP BUNGA! Udah, pindah sekolah aja ke SMP Bunga!”

Ya! Mereka ingin lebih berjasa lagi dengan cara mempromosikan sekolah mereka.

Aih, bocah-bocah lugu,
Kakak ingin tahu, apa yang akan kalian katakan sekiranya
Semangat kalian terlalu membara membakar jiwa serta setiap inci tulang-belulang
Sehingga keseimbangan tak kuasa bertahan
Kotak kaca miring indah, seindah menara pisa
Suara pecah kaca, sebagai musik klimaks drama sastra pujangga
Dan patahan plastik yang dicat warna metalik, berwarna keemasan dan keperakan
Berhamburan sebagai penutup drama yang manis
Kalian saksikan dengan musik latar serta bisikan-bisikan iba yang tadinya kalian teriakkan bangga
“SMP Bunga.”
Pasti nama sekolahmu akan harum karenamu.
Seharum bunga.

Bzzztkrksksskkkkzeetretkrskzruekruetz!!!

Sabtu, 15 Januari 2011 0 komentar

Oke. Jadi kenapa judul postingn gua kayak gitu?
Karena, gua lagi terlalu paleng buat sekedar mikirin judul.

Gua baru ngalamin suatu kejadian yang ngeselin sampe gua pingin gebukin diri gua sendiri. Sayangnya ga bisa. -___-

Sekarang ini, Hari Minggu pukul 07.38 am, harusnya gua udah ada di sekolah, ngerjain tes minat bakat yang seru, sambil ngeliat temen-temen sekelas gua pake baju bebas.
Tapi nyatanya? Sekarang, gua malah duduk di depan leptop, dengan muka dan rambut gembel, belom ngapa-ngapain, dan sibuk merutuki diri sendiri.

Jadi mengapa itu semua terjadi?

Sekarang tanggal 16 Januari 2011.
Gua kemaren itu naik motor sendiri ke sekolah berjarak 15 km dari rumah.
Karena ortu gua lagi nggak ada, dan ojek yang dengan biadabnya pada kesiangan buat mangkal, padahal udah sengaja gua datengin, jauh-jauh jalan kaki.

Berhubung naik motor, pulangnya gua sama Sopia ke AK dulu.
Sopia ga tahan nunggu lama, dia pulang duluan, dan gua masih nunggu walo akhirnya cuma ketemu sama temen gua beberapa menit.

Pulang sekolah gua udah capek banget.
Tapi gua tahan-tahanin dengan gobloknya.
Terus gua malah nyetrika kemeja kesayangan gua yang warna pink, mau gua pake hari Minggu.

Yah. Seperti biasa gua tidur jam 12 malem setelah pake night cream buat ngilangin jerawat.
Tidur adalah nikmat.
Sampe gua bangun. Setelah sekilas ngeliat langit-langit yang udah agak terang, gua bangun tersentak, melihat tirai jendela gua jang udah berwarna BIRU SANGAT MUDA. Lalu gua melihat jam di HP gua.
Angka 07.11 nampang dengan innocentnya.
Wes ganteng banget nampang gitu di layar HP gua, lo!!

Dengan pasrah gua membayangkan murka Allah Karena gua telat bangun, and that means telat shubuh. :’((
Lalu dengan miris gua ngeliat kemeja pink gua yang udah susah payah gua setrika karna bahannya aneh dan gua harus bela-belain beli kispray di toko Lucky depan sekolah dan bertemu anak SMA beli satu kotak rokok, ngegantung dengan indahnya di gagang pintu lemari gua, licin abis gua setrika.

Gua kesel. BT. Dan gua nagis dengan ga elitnya.

Mbak Siti yang dipercayakan mengurus gua selama ortu nggak ada, nggak membangunkan gua hari ini.
Tapi itu wajar. Hari ini kan Hari Minggu.

Setelah menangis dan merutuki diri sendiri, lalu langsung istighfar.
Gua tau, Allah pingin gua belajar. Allah pingin gua tau,
Pertama, jangan memforsir diri sendiri kelayapan sampe sore, karna sekolah aja udah bikin tepar. Allah mungkin pingin gua ngerti, kalo mendzolimi diri sendiri itu dosa.

Kedua, kalo capek, ya pulang sekolah sempetin tidur, atau buat diri sendiri ketiduran. Allah mungkin pingin gua tau, kalo yang bikin badan gua bisa bangun jam lima lewat seperempat tiap hari padahal gua tidur after midnight, adalah sesi ketiduran abis Ashar, atau abis Maghrib, labas dan terbangun jam 10 malem. Itu yang udah nyelametin metabolisme badan gua yang kurang tidur.
Mungkin lain kali gua harus membiarkan gua ketiduran abis Ashar, sepulang sekolah. Dan harusnya gua memberlakukan jam tidur yang normal bagi orang lain. Paling banter jam 10, lah…

Yang ke tiga, Allah mungkin marah sama gua, karna gua lupa baca do’a sebelum tidur. Setan menguasai gua sepenuhnya, deh. Allah mungkin cuma pingin gua tau kalo do’a sebelum tidur itu penting.

Dan yang terakhir, mungkin Allah mau ngasih tau gua, kalo mau dibangunin, ya bilang, dong! Karna gua nggak bilang sama mbak Siti kalo hari ini gua sekolah. Hiks.

Singkatnya, gua telat bangun itu ya karna diri gua sendiri. T,T

Astaghfirullahaladzim.

Gua laper.
Seenggaknya hari ini gua nggak ikut tes minat bakat itu, gua harus melakukan sesuatu yang berguna di rumah. Jadi nggak sia-sia.

Dan gua mau makan dulu, berhubung laper.
Adios!


Strange

0 komentar
14 Januari 2011, pagi menjelang siang.
Gua sama dea lagi jalan berdua yang gua lupa abis dari mana.
Di tengah jalan menuju kerangkeng tempat murid-murid kelas X1-X9 bersarang, gua melihat sesosok makhluk. Cowok. Penghuni salah satu ‘bilik’ di kerangkeng. bernama *biiiiippp* (sensor).
Lalu gua pun bertanya retoris tetapi pada Dea.
“Aih, itu si *biiip*, tah? Ga ciren, gua, jarang liat akhir-akhir ini…”
Dea pun tidak merespon karna itu bukan hal penting untuk direspon.

Semakin dekat, karena tujuan gua-dea dan *biiip* serta teman-temannya sama, lama-lama, posisinya, *biiip* dkk di belakang gua-dea.

Masuk ke dalam kerangkeng. Gua dan dea menuju bilik nomor dua. Sekilas pembicaraan*biip* dkk sebelum mereka masuk ke dalam bilik mereka sendiri terdengar.

“blananinakazaaaaruuutuufsrttyuuutt…. X2 itu angker, tau… blablablakruekzruut”

Singkatnya, yang waktu itu tersaring gendang telinga gua cuma “X2 itu angker, tau!”

Mendengar kalimat tersebut, gua dam dea langsung berpandang-pandangan sambil senyum ngejek karna itu pernyataan yang aneh dan nggak berdasar.
Lha kami udah satu semester di kelas nomor dua dari depan kanan, kok. Ga pernah ada apa-apa, kok… -___-

Oke. Waktu berlalu, ternyata waktu itu bu daniah lagi baik hati dan kami bagai ayam-ayam yang kocar kacir kesenengan karna ada orang lupa nutup kandang. #kenapa harus ayam??

Pulang sekolah, seperti biasa gua langsung mandi. Ga betah banget gituloh, gua panas-kotor-kusem-kena berbagai jenis asap di luar sana~

Lagi adem-ayem gitu, eeh… HP gua yang sepi karna Eros ga punya pulsa geter-geter. SMS. Dari Dea.

“Ndi. Kayaknya kata si *biiip* kelas kita angker itu bener, deh”

Oke. Gitu kira-kira isi SMS nya. Gua yang lagi ngacak-ngacak rambut pendek gua pake anduk (baca: ngeringin rambut abis keramas) langsung bales dengan heboh nanya emangnya ada fenomena apaan.

And theeeeennn…
Dea cerita sinopsisnya, dan besoknya gua nanya ke titin selaku korban.
Titin langsung ngajakin gua ke TKP.
Terus meragain.

Jadi, ceritanya itu, titin duduk mojok, sebelahan sama tembok dan Ara. Depannya ada dea.
Nah, abis duduk titin nyolokin charger ke colokan di tembok, dan terdengar bunyi tanda leptop ngecas. Hoke. Lanjooot.
Terus, lagi hepi-hepinya ngetik, tiba-tiba laptop kak sabar kakaknya titin yang dibawa titin ke sekolah dan waktu itu dipake buat wipian di kelas (apabangetsigua) MATI secara mistis…..

PET!

Indah sekali kawan layar hitam itu.

Titin: “Eh?”
Titin yang bingung karena leptop kak sabar itu matinya kayak desktop mati waktu mati lampu, yang ga biasa dialami spesies-spesies leptop manapun yang sehat walafiyat, langsung nanya ke Dea yang juga lagi main leptop.

‘Dea! Mati lampu, tah??”
“Nggak, ah! Orang leptop gua aja masi ngecas, nih..”

Lalu titin meraba-raba stop kontak, ngecek colokan charger. Dan, terlihat sesuatu yang aneh. Colokan itu udah nggak nyolok ke stop kontak. Titin pucet. Nyariin ujung kabel bermasalah itu. Dan, ternyata kabel itu udah ngejulur ngelewatin korsi yang didudukin titin ke deket kaki ara. Yang pastinya impossible nyampe situ, dong, stekernya, kalopun nggak sengaja ketarik?

Begitulah…
Meskipun fenomena itu lemah dikategorikan sebagai perbuatan makhluk halus, tapi cukup seram bagi kami. 

orang-orang yang terkait beserta blognya:
-Faradilla Eka Synta a.k.a Dea
-Christina Nainggolan a.k.a Titin,
-Zahrah Nabila Putri a.k.a Ara

Kecurigaan -___-

Rabu, 12 Januari 2011 0 komentar
Kalo lagi nggak ada kerjaan, gua suka bengong sendiri, mikir hal-hal nggak penting.
Walaupun banyak tugas pun, gua bengong dan mikir hal-hal yang jauh dari penting.
Misalnya. Tentang kepribadian gua.
Gua curiga gua punya schizophrenia. #JEGLEEEEEEEERRRR!!!!!!!!! *sound effects*

Akakakakk.. just kidding~ Cuma gua kadang merasa diri gua ini aneh. =__=

Gimana, sih, kepribadian gua sebenernya? Gua bertanya-tanya sendiri sambil duduk manis di dalem bis yang sesak penumpang lain yang berdiri dan ga sabar pingin dapet tempat duduk.

Gua sering berpikir gua temperamental. Gampang marah. Marahnya menurut beberapa sumber, serem.
Dan marahnya gua, gua klasifikasikan menjadi beberapa stadium. #lagi bener-bener setres

Stadium 1.
Indikasi             : cemberut, muka BT
Durasi              : 5-10 menit
Pelampiasan     : jerit-jerit gaje, ngedumel sendiri

Stadium 2.
Indikasi             : cemberut, muka BT, ngomel-ngomel ke orang bersangkutan
  muter-muter mata (?)
Durasi              : 15-30 menit
Pelampiasan     : banting barang, denger lagu


Stadium 3.
Indikasi             : cemberut, muka BT, speechless
Durasi              : 1 hari 1 malem
Pelampiasan     : joget-joget di kamar

Stadium 4.
Indikasi             : ke orang lain biasa aja, cenderung kayak ga punya masalah, tapi ga deket-deket
  orang bersangkutan dalam jarak 1 m. ngeliatin sinis ke orang bersangkutan.
Durasi              : tergantung
Pelampiasan     : nangis di kamar.


Gyakakakakkakkk ugyaaaa… ugyaaa!!!!! #gila sendiri.

Sebenernya yang lebih gua takutin, gua curiga, gua melankolis.
Gua benci orang melankol, tapi gua curiga kalo gua orang yang melankol.
Kenapa?

Karna kadang gua merasa gua lebaay. Leeebaaaaaaaaay.
Kalo sedih bisa ngeluarin kata-kata yang sungguh lebay walau tetep keren dalam bahasa inggris. -___-
Tapi setelah menulisnya gua merasa lebay.
Karena melankolis. -___-
Oke. Pikiran gaje gua berenti sampe disitu. Bus AC ini tiba-tiba mengalunkan lagu MCR. Jadi gua fokus dengerin sambil nyanyi-nyanyi dalem hati, sambil mikir ni bus gahol juga lagunya MCR.
Gua hepi dengerin lagu MCR.
Sampe lagu Cancer tiba-tiba mengalun. Mood gua memburuk.



My Love Story?

Selasa, 04 Januari 2011 2 komentar
Berhubung gw udah janji sama temen gw mau bikin postingan kayak ini,
Jadi gw buat. -___-‘
Karena sesungguhnya janji itu akan dipertanyakan.

Gw lahir dan tumbuh besar dalam keluarga Muslim, dimana ortu ngelarang keras pacaran.
Tapi, dalam masa puber, punya ‘feeling’ yang agak ‘beda’ sama lawan jenis itu wajar dan yah~ agak susah dihindari, ya nggak??
So, walau gw nggak pernah dan nggak akan pernah berani melakukan hal macem-macem bin aneh-aneh diiringi tanda kutip untuk menyalurkan perasaan yang nggak terlalu bisa dijelaskan dengan logika itu, toh ‘feeling’ itu tetep ada.
Hanya bisa dijadikan pengalaman gimana rasanya berbunga-bunga, kecewa, sampe patah hati. *jiah*

Gw bukan tipe cewek yang kurus tinggi langsing putih berambut panjang dibonding plus dihighlight warnawarni pake kontak lens dan pake behel yang tersebar merata di Jakarta, tersebar memusat di daerah lain, tuh.

Muka stand by gw malah cenderung jutek sampe gw lagi sedih dikira lagi marah!! Hebat amat yak… Plokplokplok. Tapi gw seneng punya muka kayak gini. Ampuh mengusir orang-orang bejat diluar sana. :p

Gw nggak punya mata gede bersinar-sinar kayak di komik, atau hidung mancung. Muka gw aja terkontaminasi jerawat yang akhir-akhir ini ngapling seenaknya bawa keluarga mereka tanpa bayar. -____-‘
Tinggi badan gw 160 aja nggak nyampe. Badan juga nggak langsing kayak model walo kata mbak-mbak kuliah yang riset, ngitungin berat badan ideal anak-anak SMA, gw termasuk yang ideal, alhamdulillah.
Yah. Pendek kata, gw cewek yang SANGAT BIASA. Bahkan cenderung nggak menarik. Jadi, gw jarang banget, tuh, yang namanya ditaksir cowok. 

So, seperti apakah kisah cin... *cough* ta gw? -___- just check it out!

First Post! :D

Minggu, 02 Januari 2011 0 komentar
Assalamualaikum. :)
Akhirnya bikin blog juga. :’)
Nama saya Indira Hapsarini. *mestinya udah ketauan dari alamat blognya, sih -__-‘*. Saya anak ke-2 dari 2 bersaudara, sekolah di SMAN 2 Bandarlampung, kelas X-2, absent 22. :D
Jadi, mengapa saya bikin blog?
Yah, berhubung baru ganti taun dari 2010 ke 2011, sebenernya~
Mengapa itu menjadi alasan bikin blog?
Karena kalo diinget-inget, tahun 2010 saya penuh ke-STRESS-an! D:
Mulai dari UN-US SMP, tes-tes masuk SMA, peringkat hasil tes masuk SMANDA yang dapet pas banget 50… ya! LIMA PULUH! Dan harus menerima kenyataan bahwa tetangga, mantan temen sebangku 2 taun, rival bebuyutan, sekaligus sohib saya dari SMP itu dapet peringkat 3 ato 4 gitu… Terus Pra-MOS dan MOS yang disuruh pake atribut macem-macem, disuruh mintain tanda tangan kakak-kakak OSIS yang susahnya naudzubillah… -__-‘ terus harus menerima kenyataan bahwa SMANDA itu isinya anak-anak SMPN 2 (SPANDA) semua yang udah pada saling kenal dan ngegeng, dimana saya adalah anak dari pinggiran kota, yang gapura perumahan tempat tinggalnya adalah perbatasan Bandarlampung dan Lampung Selatan, yang 3 taun (kebiasaan) sekolah di SMP swasta yang suasananya adem, ayem, asri, indah, nyaman, suasana kondusif, bebas macet sekaligus terisolasi dari mall-mall di pusat kota. Beda banget sama SPANDA yang Gramedia=rumah kedua. Ditambah lagi kelas yang janjinya ada AC dan karpet dan LCD ternyata yang ditemui adalah… kelas yang atap bocor keramik retak karena BARU DIBANGUN. Astaghfirullahaladziiim. DX
Oke. Berhubung 2010 saya lalui dengan berbagai ujian dari Allah swt. Yang membuat saya mengelus dada, tanpa ada pelampiasan, maka saya ingin melalui tahun 2011 yang akan penuh ujian juga dengan pelampiasan yaitu dengan mengepostnya di Blog.
Mengapa harus di Blog?
Karena saya tidak suka menulis di diary. Selain tulisan tangan saya yang baik font maupun ukurannya tidak konsisten, saya memiliki kecenderungan merobek diary saya sendiri, karena berpikir tulisan saya norak. Selain itu, saya juga tidak suka (lagi) curhat macam-macam di note facebook karena semua orang yang tidak ingin maupun tidak saya ingini membaca tulisan itu bisa melihat dengan bebas tulisan curhat saya yang terkadang lebai, norak, en wateper. -_-‘
Tadinya sih saya sudah pernah bikin blog. Dengan alamat eksperienceisthebestteacher.blogspot.com, dengan judul grow up girl. oh tidakkkk norak sekali sobaaat…. DX benar-benar aib. T,T tanpa ragu dan segan saya hapus itu blog malu-maluin. -____-
Okeeeeeeee…. So this is the blog.
Paling yang liat blog saya cuma kakak saya, sih…
Tapi yang penting ada tempat buat nge-junk curhat ngamuk-ngamuk berlebailebairia dan lain-lain, deh.
Siapapun yang visit blog ini karena emang niat ataupun nyasar dan iseng baca-baca..
Warning. Ini blog yang berisi hal-hal yang tidak penting.