Cara Anak SMP Jaman Sekarang Mengharumkan Nama Sekolahnya

Senin, 17 Januari 2011
Well, berhubung kemaren gua sangat paleng, gua sampe hampir melupakan suatu kejadian yang berkesan dan bikin ilpil menurut gua.
Inget, ga, kemaren gua cerita kesiangan bangun karna kecapekkan yang diakibatkan kelayapan ke sekolah lama gua, buat ngasih oleh-oleh dan bertemu sahabat kesayangan gua yang kedudukannya sejajar sama Sopia, a.k.a Dewi Asiah Shofiana who’s called dedew?
Nah, ceritanya hari Sabtu itu dedew lagi jadi seksi sibuk acara sekolahnya, yaitu semacam LCT buat anak SMP gitu, lahh…
Yang berakibat buruk pada gua yang jadi harus nunggu 2-3 jam-an demi ketemu dedew 5 menit. Namun karena rasa rindu mengharu biru sebiru samudra nan luas dan langit tak berawan nan tiada ujung…. #apabangetsigua
Gua tetep nungguin dengan sabar, dan membiarkan sopia pulang dengan nanar.

Nah, sebenernya di post ini gua bukan mau ngomongin tentang kemirisan gua yang nunggu lama sambil maen basket yang bolanya ga masuk-masuk ke keranjang, terus ngemil di cafĂ© AK, terus nyobain headphone baru temen gua kayak orang dusun, terus…
Kok jadi melenceng gini, seh?

Oke, yang mau gua ceritain adalah, salah satu sekolah pemenang lomba LCT tersebut. Demi nama baik, sebut saja SMP Bunga.

Jadi, partisipan dari SMP Bunga ini adalah yang paling banyak, dan paling banyak juga yang meraih juara. Jadi, aula tempat LCT serasa gempa waktu pengumuman karena mereka melompat-lompat seperti kanguru kepanasan, bersamaan. Gua yang lemes karena ya Allah, pengap sekali ruangan itu, cuma bisa pasrah.

Nah, acara selse, gua ngebantuin dedew ngegotong kipas angin, abis itu, pulanglah gua.
Di jalan menuju tempat motor mio merah gua diparkir, gua berjalan beriringan sama rombongan SMP Bunga yang mau pulang, dan paling depan ada yang berlima menggotong piala raksasa beserta kotak kacanya.

Yang mau gua ceritain, adalah kelakuan sangat norak unik murid SMP Bunga yang ngegotong piala ini.
Pada setiap orang yang lewat, lalu melihat ke arah piala dalam kotak kaca itu, mereka spontan menyahut arogan, “SMP Bunga!” seolah mereka mendengar pertanyaan para pejalan kaki yang berseliweran, “SMP apa itu yang menang?” padahal tidak semua dari segelintir orang yang lalu lalang itu bertanya seperti itu, seperti mereka mengatakan pernyataan yang sombong itu pada SETIAP orang. -___-

Yang paling membuat gua tercengang adalah ketika seorang anak SMP lewat dengan ringan, dan sekilas melihat piala dalam kotak kaca yang tingginya melebihi tinggi bocah-bocah yang menggotongnya bersamaan, yang tentu saja memang menarik perhatian.

Yah, bocah-bocah yang berbangga diri itu ingin lebih berjasa lagi, setelah memeras otak dan kini memeras tenaga untuk menggotong trophy yang mereka anggap berharga itu, dengan cara menambahkan sebuah kalimat apik nan menarik setelah kalimat pamungkas mereka,

“SMP BUNGA! Udah, pindah sekolah aja ke SMP Bunga!”

Ya! Mereka ingin lebih berjasa lagi dengan cara mempromosikan sekolah mereka.

Aih, bocah-bocah lugu,
Kakak ingin tahu, apa yang akan kalian katakan sekiranya
Semangat kalian terlalu membara membakar jiwa serta setiap inci tulang-belulang
Sehingga keseimbangan tak kuasa bertahan
Kotak kaca miring indah, seindah menara pisa
Suara pecah kaca, sebagai musik klimaks drama sastra pujangga
Dan patahan plastik yang dicat warna metalik, berwarna keemasan dan keperakan
Berhamburan sebagai penutup drama yang manis
Kalian saksikan dengan musik latar serta bisikan-bisikan iba yang tadinya kalian teriakkan bangga
“SMP Bunga.”
Pasti nama sekolahmu akan harum karenamu.
Seharum bunga.

0 komentar:

Posting Komentar